What is Slippage in Forex
Apa Itu Slippage dalam Forex?
Slippage terjadi ketika ada jeda waktu antara Anda mengklik tombol beli/jual dan saat order tereksekusi. Di pasar forex yang likuid, harga bisa berubah dalam hitungan milidetik. Misalnya, Anda ingin membeli 1 lot EUR/USD di harga 1.1000, tetapi karena volatilitas, order Anda tereksekusi di 1.1005. Itu slippage positif (lebih mahal 5 pip). Sebaliknya, jika tereksekusi di 1.0995, itu slippage negatif (lebih murah 5 pip).
Bagaimana Slippage Terjadi?
Slippage paling sering terjadi saat rilis berita ekonomi besar (seperti NFP AS, suku bunga The Fed), saat sesi overlap London-New York, atau saat likuiditas rendah (misalnya malam hari di Indonesia). Juga bisa terjadi saat trading mobile dengan koneksi internet tidak stabil. Di Indonesia, banyak trader menggunakan platform MetaTrader 4/5 di smartphone, yang rentan terhadap lag koneksi.
Contoh Slippage dalam IDR
Misal Anda trading GBP/USD dengan modal Rp 10 juta. Anda pasang market order beli di 1.2500. Karena berita inflasi Inggris, harga bergerak cepat. Order Anda tereksekusi di 1.2520 (slippage 20 pip). Dengan 1 lot mini (10.000 unit), kerugian akibat slippage adalah 20 pip x $1 = $20, atau sekitar Rp 320.000 (kurs Rp 16.000). Ini bisa signifikan bagi modal kecil.
Jenis-Jenis Slippage
Ada dua jenis: slippage positif (menguntungkan) dan negatif (merugikan). Broker yang transparan akan menampilkan slippage secara real-time. Di Indonesia, broker yang diawasi OJK wajib memberikan eksekusi terbaik, tetapi slippage tetap bisa terjadi sebagai bagian dari dinamika pasar.